Kebetulan beberapa waktu lalu ada orderan dari teman untuk mencari laptop dengan harga 7 jutaan. Laptop ini nnatinya akan digunakan oleh drafter Autocad, sehingga saya pikir kalau ada kartu grafis terdedikasi tentunya akan sangat bagus.
Setelah browsing-browsing singkat pilihan jatuh pada Acer Aspire 4750G, apalagi harga yang ditawarkan toko sangat memenuhi spesifikasi, yaitu hanya 6.7 juta saja (harga sudah termasuk Windows 7 Home Premium 64bit).
Tadi pagi selagi berkendara menumbus macetnya Jakarta sambil mendengarkan radio kesayangan, saya mendengar iklan dari salah satu operator telekomunikasi. Dalam iklan itu disebutkan bahwa untuk menikmati promo tersebut ada syarat dan ketentuan yang berlaku dan keterangan lebih jelasnya dapat dilihat di website perusahaan tersebut. Iseng-iseng saya membuka website tersebut dan ternyata tidak ada konten apapun mengenai promo tersebut di homepagenya. Bahkan saya tidak punya petunjuk yang jelas dimana harus mencarinya. kejadian yang saya pernah saya alami untuk sebuah produk otomotif.
Dikesempatan lain saya juga melihat billboard video di kawasan blok M. Di billboar tersebut ditaynagkan iklan dari operator telekomunikasi lain. Iklan yang ditampilkan nampaknya merupakan adaptasi langsung dari TVC yang ditayangkan di stasiun televisi. Hal yang aneh, karena jelas-jelas saya tidak bisa mendengar suara dari billboard tersebut (dan memaang tidak ada suaranya), sehingga saya tidak bisa menaangkap maksud dari iklan tersebut.
Iseng-iseng saya coba merumuskan strategi untuk digital marketing perusahaan. Yang saya rumuskan hanya basic strategynya saja, sehingga pengembangannya tergantung pada kreatifitas masing-masing.
1. Asset Digital
Baru-baru ini saya di tanya oleh seseorang, bagaimana agar perusahaannya menjadi Master of Digital Marketing? Saat ditanyakan hal tersebut saya binggung juga dan tidak bisa langsung memberikan jawaban yang memuaskan. Apalagi si penanya berasal dari perusahaan besar yang cukup aktif melakukan aktivitas digital marketing.
Saya rasa dalam dunia marketing pada umumnya dan digital marketing khususnya, tidak ada jurus-jurus rahasia. Semua jurus-jurus umumnya telah dilakukan. namun yang membedakan antara seorang kungfu master dan kungfu newbie adalah bagaimana dia melakukan jurus tersebut dengan benar dan pada saat dan sasaran yang tepat. Dengan keahliannya seorang master kungfu dapat membuat sebuah jurus sederhana menjadi mematikan. Menjadi seorang master kungfu tentunya tidak mudah, dibutuhkan latihan bertahun-tahun dan juga dituntut adanya kemampuan menganalisa kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya.
Seiring dengan makin populernya Twitter, muncul trend baru, yaitu Ghost Twittering. Ghost Twittering adalah ketika seseorang, biasanya public figure, menggunakan jasa orang lain untuk mengupdate profile Twitternya. Penulis hantu ini menjadi “Ghost Twitterer”.
Apakah hal tersebut etis? Jawabannya saya serahkan kepada penilaian Anda masing-masing. Tentunya ada sisi baik dan buruknya. Yang jelas untuk Anda yang menjadi follower seorang public figure, sejak saat ini, jangan terlalu percaya oleh postingan di Twitter.
Berikut ini adalah contoh penggunaan Twitter oleh beberapa merek-merek ternama.
Untuk meng-update pelanggan mengenai penawaran-penawaran baru
1. Dell telah menciptakan beberapa profil Twitter, masing-masing dimaksudkan untuk berbagai jenis transaksi (misalnya DellOutlet memposting penawaran-penawaran komputer terbaru).
2. Starbucks memposting promosi terbaru dan juga berpartisipasi dalam diskusi dengan followernya.
Untuk menawarkan alternatif dukungan pelanggan:
3. JetBlue menawarkan layanan pelanggan berbasis Twitter (catatan, mereka bahkan memberikan nama karyawan yang bertugas).
4. Comcast menawarkan dukungan Twitter yang ramah, mereka menampilkan foto orang yang nyata bukan logo perusahaan.
5. TheHomeDepot “moonlights on Twitter to help their customers”